TEKNIK PRODUKSI BIBIT CABE DAN TOMAT SEHAT DENGAN TEKNOLOGI BioFOB

Bibit
atau benih merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting
dalam usaha tani tanaman pertanian, perkebunan dan hortikultura. Beberapa
patogen berbahaya seperti Fusarium, Phytopthora, Phytium, Sclerotium
dapat terbawa melalui bibit/benih yang digunakan. Untuk memperoleh benih
bermutu yaitu bebas dan toleran penyakit maka formula BioFOB adalah
solusinya. Penggunaan formula telah berhasil dilakukan pada beberapa
tanaman seperti cabe, tomat, padi, lada,vanili, tembakau dan nilam.
Bio-FOB, adalah formula dengan bahan aktif (b.a) spora Fusarium oxysporum non patogenik (Fo. NP). Untuk aplikasi dilapangan telah disiapkan 4 macam formula yang sudah dipaten pada Ditjen HAKI
MANFAAT
Formula
BioFOB digunakan untuk memproduksi bibit sehat dan toleran terhadap
penyakit tertentu. Hasil penelitian dapat diketahui manfaat formula
BioFOB pada tanaman antara lain :
1. Menginduksi/meningkatkan ketahanan tanaman terhadap infeksi patogen penyakit terutama yang disebabkan oleh cendawan.
2. Menyeleksi bibit yang telah terinfeksi oleh patogen, sehingga mencegah peluang patogen penyakit terbawa kelapanan.
3. Menghasilkan bibit yang bermutu dan bebas patogen penyakit.
4. Merangsang pertumbuhan dan masa produktivitas tanaman akan lebih lama dibanding cara konvensional.
SOP PRODUKSI BIBIT CABE/TOMAT DENGAN METODA Bio-FOB

Benih
yang digunakan adalah benih yang sudah direkomendasikan oleh
Kementerian Pertanian yang sudah tersedia di pasar/toko pertaniaan.
Perlakuan
basah benih yang digunakan dicuci dengan air bersih kemudian direndam
larutan Bio-FOB EC selama 20 -30 menit, yang telah diencerkan dengan air
aqua yang biasa diminum (100 ml Bio-FOB EC + 1000 ml aqua kemudiaan
dibiarkan 2 jam sebelum dipakai).
Setelah
benih ditiriskan habis pencelupan, selanjutnnya dibungkus dengan kertas
koran basah atau handuk basah. Kemudiaan dimasukkan ke dalam kaleng
pemeraman bisa dari bekas kaleng biskuit didalamnya diberi penerang
lampu 15 w. Pemeraman dapat dilakukan selama 3– 4 hari tergantung
keadaan bibit.
Benih yang selesai diperam telah tumbuh calon akar (radikel)
0,5 – 1,0 mm. Apabila terlalu panjang ada kemungkinan calon akar patah.
Benih yang sudah muncul calon akarnya harus segera disemaikan di
polibag.
Perlakuan
kering, perlakuan ini untuk memudahkan penanaman. Benih yang masih dalam
pembungkus kemasan dibuka dengan cara menggunting salah satu ujungnya.
Kedalam kantung itu dimasukkan satu sendok Bio-FOB WP,
kemudiaan dikocok sampai seluruh benih terselimuti, setelah itu benih
siap ditanam di polibag.
Media tumbuh dalam polibag adalah campuran Organo-TRIBA Plus + tanah yaitu (1 kg Organo-TRIBA Plus + 2 kg tanah halus) + 15
gr TSP. Sebelum benih dimasukkan kedalam polibag terlebih dahulu lubang
dibuat dengan pensil atau jari tangan sedalam 1,5 cm. Benih dimasukkan
kedalam polibag, kemudiaan ditutup dengan organik-FOB atau Biof,
kemudiaan disimpan dalam sungkup.
Selama 3-4 hari
permukaan pesemaian dalam sungkup ditutup dengan karung, kemudiian
diperiksa apabila benih telah tumbuh kecambah, karung goni dibuka.
Agar pertumbuhan bibit baik sungkup dibuka pada pagi hari sampai pukul 10,00. Bila hujan agar sungkup ditutup
agar tidak rusak terkena terpaan air hujan. Setiap saat agar diperiksa
kondisi bibit. Setelah 21 - 28 hari bibit siap di tanam di lapangan.
Bahan dan alat digunakan antara lain adalah: 3 macam formula Bio-FOB, paranet 25-35% cahaya, Organo-TRIBA Plus, rumah kaca/plastic, pentunasan paranet 35%, dan Mitol 20EC.
MUTU PRODUK
Di Produksi CV Meori Agro, Lisensi BALITTRO, Puslitbang Perkebunan Nomor : 1052/kl.410/J.4.1/905
Nomor sertifikat HAK Paten pada Ditjen HAKI : ID.000404S
Proses produksi dikerjakan oleh teknisi BALITTRO yang telah berpengalaman dibawah pengawasan langsung penemu/peneliti Bio-FOB. Kultur
yang digunakan secara periodik dimurnikan dan dijaga kwalitasnya serta
dikoleksi di laboratorium cv Meori Agro dan Fitopatologi BALITTRO,
Bogor. Viabilitas BioFOB dapat bertahan hidup dalam formula pada suhu
kamar selama 2 – 3 tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)