AKAN TERBIT BUKU PERTANIAN ORGANIK BIO FOB


Kabar gembira bagi rekan-rekan pencinta pertanian alamiah atau berbasis mikroorganisme, dinama kami akan segera menerbitkan buku bertajuk " Pertanian Organik Bio-Fob". Buku ini akan mengupas tuntas aplikasi pertanian memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurangi bahkan mengantikan menggunakan bahan-bahan kimiawi.

Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Andi, DI Yogyakarta. Nantinya akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Dengan terbitnya buku ini rekan-rekan tidak saja bisa mempelajari tentang pertanian Bio-Fob secara online melalui blog ini. Namun juga melalui buku yang kami terbitkan. Dan buku ini juga menjadi sumbangan berharga kami bagi masyarakat untuk memajukan pertanian Indonesia.

SEMINAR "KIAT SUKSES PENYEDIA PUPUK UNTUK PROGRAM PEMERINTAH"


Tidak dapat dipungkiri ikut serta dalam penyediaan pupuk untuk program pemerintah mendatangkan keuntungan besar bahkan bisa mencapai Miliaran Rupiah. Banyak dari perusahaan kecil produsen pupuk/pestisida yang menjadi produsen ternama setelah mengikut berbagai proyek pemerintah.

Hanya saja jika tidak dilakukan dengan benar, sebuah perusahaan tidak mendapatkan untung, malah rugi jika ternyata pupuknya tidak sesuai spesifikasi. Dan tidak jarang yang kemudian berurusan dengan KPK atau pihak berwajib.

Oleh sebab itu seminar ini akan memberikan informasi bagaimana kiat2 agar Anda bisa meraih keuntungan dari proyek pengadaan pupuk namun tidak mendapatkan masalah. Sekedar informasi nilai proyek untuk 2 kegiatan dibawah (materi seminar) mencapai RATUSAN MILIAR RUPIAH

Adapun materi yang akan disajikan selama 2 hari (14 sd 15 Desember 2010)

Hari Pertama
1. Megaproyek Penyediaan Pupuk dan pestisida untuk Program Gernas 2011
2. Megaproyek penyediaan pupuk organik untuk Mendukung Program Kementerian Pertanian 2011
3. Persyaratan dasar pupuk dan pestisida untuk proyek pemerintah
4. Rahasia merekayasa Produksi Pupuk spasifikasi khusus yang efisien untuk (NPK) Proyek Pemerintah
5. Membangun sistem produksi pupuk organik untuk mendukung program pemerintah
6. Rahasia sukses Penyedia Pupuk untuk Proyek Pemerintah
7. Strategi menjaga kualitas pupuk hingga ke lokasi penanaman
8. Strategi dan Rahasia Sukses Penyediaan Pestisida untuk Proyek Pemerintah
9. Bonus: kebutuhan Pupuk untuk Perkebunan Kakao dan Kelapa Sawit

Hari Kedua
Tour ke Pabrik pupuk Organik, penyediaan pupuk untuk program pemerintah

Jumlah peserta HANYA DIBATASI 30 ORANG...

BIAYA INVESTASI Rp. 3.500.000,-

UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI:

MEDIA PERKEBUNAN
Kantor Pusat Departemen Pertanian
Jl. Harsono RM No. 3
Gedung C, Lantai 5
Ragunan-Jakarta 12550
Telp: 021-78846587
Fax : 021-78846587
Email: media_perkebunan@yahoo.co.id
Contact Person:
Ika 085719249345, Hendra Sipayung 085925077652, Hendra Purba 0818475099

BUDIDAYA DAYA KENTANG DENGAN APLIKASI BIO FOB


Umbi bibit berasal dari umbi berbobot 30-50 gram, umur 150-180nhari, tidak cacat dan variatas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap tanam.

Bila bibit dibeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat anatara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/ dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan BioFOB EC selama 20 – 30 menit.

BioFOB EC di larutkan dalam aguad/air mineral sebanyak 25 - 30 ml/liter kemudian dibiarkan selama 2 jam sebelum digunakan. Larutan tersebut selanjutnya dapat digunakan selama 4 jam atau 5 – 6 kali perendaman

Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebrelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/ 140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm. Sebanyak 100- 200kg pupuk OrganoTRIBA ditebarkan merata pada areal 1000 m2 atau 1 – 2 ton/ha

Teknik Penanaman
Untuk pemupukan dasar diberikan pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (200 kg/ha), dan KCI (75 kg/ha). Kemudian siramkan Biodekomposer BioTRIBA yang telah dicampur air secukupnya secara merata di atas bedengan, dosis 2 – 3 liter/ha.

Hasil akan lebih bagus jika menggunakan pupuk hayati BioTRIBA BT2 dengan dosis 2 – 3 liter/ha. Penyiraman BioTRIBA B1 dilakukan sebelum pemberin pupuk kandang.

Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam.

Jarak tanam tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1300 – 1700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan (April- Juni).

Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh/ tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/ bersamaan dengan pemupukan sususlan dan pengemburan.

Pada varietas kentang yang berbungan sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsure hara.

Untuk pemupukan susulan diberikan pupuk Makro berupa, Urea/ ZA : 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst, 150 kg/ha. SP-36 : 21 hst 250 kg/ha. KCI : 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha. Pupuk makro diberi jarak 10 cm dari batang tanaman.

Sedangkan penyemprotan pupuk hayati BioTRIBA dilakukan pada bulan 1 selanjutnya dilakukan dengan interval 2 – 3 bulan dengan dosis 3 -4 liter/ha dengan kosentrasi 5 – 10ml/l.

Untuk pengendalian hama penyakit didasarkan melalui pengendalian hama terpadu dengan mengandalan komponen teknologi ramah lingkungan. Untuk pengendalian penyakit disarankan menggunakan Mitol 20EC, BioFungisida seperti BioTRIBA dan untuk hama seperti Buveria, Neem.

KERJASAMA DAN PELATIHAN

Bagi rekan-rekan yang berminat memasarkan produk kami di wilayah Anda, kami siap menjalin kerjasama. Mengingat saat ini kebutuhan masyarakat di berbagai daerah cukup tinggi.

Selain itu kami juga membuka kesempatan bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan pengetahuan tentang pertanian organik ala Bio-Fob. Dimana siap memberikan training baik di lokasi kami maupun dimana Anda berada. Dengan ketentuan yang berlaku.

Bagi rekan-rekan yang tertarik bekerjasama dengan kami atau ingin mendapatkan pengetahuan tentang teknologi kami silahkan menghubungi nomor yang ada di blog ini.

MEMBUAT KOMPOS DARI BAHAN SEKAM

Gambar di atas menunjukkan tahapan-tahapan membuat kompos dari sekam. Proses pembuatan ini menjadi lebih cepat dengan penambahan larutan bio-triba.

PUPUK BIO-TRIBA EFEKTIF MENINGKATKAN HASIL PAKCHOY


Penggunaan Bio-Triba ternyata cukup efektif meningkatkan hasil dari tanaman sayuran. Hal ini terbukti Hasil analisis uji efektivitas pupuk hayati Bio-TRIBA. Pemberian pupuk hayati merek bio-TRIBA pada pakchoy menghasilkan peningkatan produksi tanaman.

Dari pengujian di lapangan tanaman tanpa pemupukan hanya menghasilkan 11066.7 kg per ha, sedangkan tanaman dengan pemupukan menunjukkan kisaran hasil 12666.7 kg per ha). Namun dengan perlakuan 0.5 dosis NPK + 1 dosis pupuk hayati Bio-TRIBA, diperoleh hasil tertinggi 15333.3 kg per hektar.

Pupuk hayati Bio-TRIBA dapat digunakan atau ditambahkan pada perlakuan pemupukan NPK standart terhadap tanaman pakchoy. Selanjutnya, pupuk hayati Bio-TRIBA dapat menggantikan pupuk NPK hingga setengah dosis dengan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pemupukan 1 dosis NPK standart.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa organisme atau mikroba dalam pupuk hayati tersebut dapat membantu ketersediaan hara ataupun meningkatkan serapan unsur hara sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik. Bakteri pelarut phosfat dan Bacillus pantotkenticus yang terkandung dalam pupuk hayati Bio-TRIBA dapat menambat N dan melarutkan P sehingga dapat tersedia bagi tanaman. Bakteri pelarut phosfat mampu melarutkan P dari bentuk tidak larut sehingga tersedia bagi tanaman (Atlas dan Bortha, 1998).

Bakteri tersebut juga mampu menghasilkan hormon-hormon tumbuh seperti auksin, giberelin, maupun kinetin yang merangsang pertumbuhan akar rambut sehingga meningkatkan serapan hara tanaman (Pattern dan Glick, 2005). Peran bakteri tersebut menyebabkan tanaman mampu menyerap hara lebih banyak sehingga pertumbuhan dan hasilnya lebih baik. Hal tersebut menyebabkan tanaman dapat tumbuh lebih baik dan membentuk klorofil lebih banyak.

Peran pupuk hayati Bio-TRIBA pada peningkatan hasil menunjukkan pengaruh mikroba yang mampu meningkatkan ketersediaan hara tanaman sehingga terjadi perbaikan metabolisme tanaman karena unsur hara tercukupi. Hasil/petak yang meningkat pada perlakuan 1 dosis pupuk hayati Bio-TRIBA + 0.5 dosis pupuk NPK dapat secara langsung karena asimilasi menjadi meningkat.

Dari peubah hasil, dapat diketahui bahwa peningkatan terjadi pada perlakuan pupuk hayati Bio-TRIBA yang diaplikasikan dengan pupuk NPK serta perlakuan tanpa pupuk NPK. Hal tersebut menunjukkan bahwa pupuk hayati Bio-TRIBA yang diaplikasikan secara sendiri dapat mencukupi kebutuhan akan subtrat untuk perbanyakan mikroba sehingga terdapat cukup banyak populasi mikroorganisme untuk menambat N, melarutkan P atau menghasilkan hormon-hormon tumbuh bagi tanaman tanpa tambahan pupuk anorganik NPK.