CARA BERTANI VANILI YANG SEHAT DAN EFEKTIF


Untuk mewujudkan pertanaman vanili yang sehat maka diawali dengan penggunaan bibit bermutu yakni vanili Bio-FOB yang menggunakan tiga macam mikroorganisme yaitu Fusarium oxysporum, Bacillus pantotkenticus, dan Trichoderma lactae. Secara generatif bibit harus tulen (memiliki sifat seperti induknya), murni (biji tidak tercampur dengan yang berkualitas jelek), dan segar (biji dalam kondisi segar dan sehat). Secara vegetatif bibit harus sehat dan cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat, dan tanaman induk belum sampai berbuah.

Penyiapan lahan dilakukan dengan mengolah tanah pada pertengahan musim kemarau agar pada awal musim hujan pohon pelindung dapat ditanam. Setelah diolah tanah dibuat bedengan dengan lebar 80-120 cm dan lebar parit 30-50 cm.

Bibit ditanam pada lubang tanam berukuran 20 cm x 15 cm x 10 cm atau 25 cm x 20 cm x 12 cm atau 30 cm x 25 cm x 15 cm. Setek ditanam dengan cara memasukkan tiga ruas seluruhnya ke lubang tanam secara mendatar, kemudian lubang tanam ditutup dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang. Bagian tanaman yang tidak tertutup tanah diikatkan pada pohon panjatan dengan ikatan longgar.

Pemupukan dilakukan dengan cara menebar pupuk di sekitar pohon kemudian ditimbun tanah. Pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk kandang 10-20 kg, urea 8 kg, SP-36 4 kg, KCl 14 kg, CaO 5 kg, dan Mg 2,5 kg per pohon per tahun.

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyulaman, penyiangan, pembumbunan, dan pemangkasan. Penyulaman dilakukan jika ada bibit yang terserang penyakit dan menggantinya dengan tanaman segar. Penyiangan dilakukan sebulan sekali setelah tanam pada sekeliling tanaman. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk menjaga bedengan tetap rapi.

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan penyemprotan menggunakan insektisida (Furadan, Leadarsenate), fungisida (Cupravit, Dithane, Benlate) atau menggunakan Bio-TRIBA dan fungisida nabati Mitol 20 EC. Bio-TRIBA dalam bentuk cair mengandung dua jenis mikroorganisme yaitu B. pantotkenticus dan T. lactae, sebagai biodekomposer limbah organik dan biofungisida untuk pengendalian patogen tanaman serta dapat dicampur dengan pupuk organik dalam aplikasinya. Fungisida Nabati Mitol 20 EC mengandung bahan aktif eugenol dari cengkeh, toksik terhadapR. lignosus, R. solani, F. oxysporum, F. solani, Pythium, S. rolfsii termasuk patogen penyebab BBP dan jamur kontaminan pada pascapanen seperti Aspergillus dan Penicillium (sumber: primatani-litbang).